KODE IKLAN DFP 1 Soal - Soal Latihan Pretes Ukg 2017 Guru Sd Beserta Pembahasanya | Kumpulan soal Pelajaran 3

.

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Soal - Soal Latihan Pretes Ukg 2017 Guru Sd Beserta Pembahasanya

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    Soal - soal latihan pretes UKG 2017 ini kami bagikan sebagai materi persiapan untuk Bapak/Ibu Guru yang akan mengikuti pretest UKG tahun 2017. Sebagaimana yang telah disampaikan pemerintah bekerjsama pretes UKG 2017 akan diikuti oleh Guru yang melakukan verval satminkal dan Mapel di SIMPKB hingga permanen dan disetujui admin dinas dan berstatus wajib pre-tes.

     ini kami bagikan sebagai materi persiapan untuk Bapak Soal - soal Latihan Pretes UKG 2017 Guru SD beserta Pembahasanya

    Sebelum mengunduh soal - soal latihan pretes, silahkan diunduh terlebih dahulu modul pretes UKG 2017 berikut.
    Berikut soal - soal latihan pretes UKG 2017 beserta dengan pembahasannya. Latihan Soal Pre Test UKG 2017
    Untuk Guru Kelas SD
    [ Kelas Tinggi ]
    Sesuai Kisi-kisi terbaru



    Petunjuk Latihan Soal
    a) Anda akan beralih ke laman dowload soal versi offline , bila anda bisa menuntaskan no 11-20 soal latihan UKG 2017 ini dengan menerima paling sedikit 7 poin;
    b) Perlu diketahui Bahwa Kemdikbud telah menyiapkan sebanyak 200 paket soal , dengan jumlah soal sebanyak 60-100 soal ;
    c) Klik tombol bundar didepan akibat yang anda anggap benar;
    d) Untuk melihat pembahasannya , silahkan anda klik tombol pembahasan soal;
    e) Klik disini untuk mendownload kisi-kisi resmi UKG 2017 guru SD untuk kelas tinggi



    *** selamat mengerjakan***


    11. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]

    Pendekatan menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak , berbicara , membaca , dan menulis) dalam pembelajaran yaitu salah satu Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis yang disebut ....


    pendekatan komunikatif

    Pendekatan integratif

    Pendekatan keterampilan proses

    Pendekatan tematis

    Jawaban b.


    Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis : 1) Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran.

    2) Pendekatan integratif menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak , berbicara , membaca , dan menulis) dalam pembelajaran.

    3) Pendekatan keterampilan proses memfokuskan keterampilan siswa dalam mengamati , mengklasifikasi , menginterpretasi , dan mengkomunikasikan.

    4) Pendekatan tematis menekankan tema pembelajaran sebagai payung/pemandu dalam pembelajaran

    12. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]

    Di bawah ini yang bukan merupakan Teknik menulis kisah terdiri atas hal-hal sebagai berikut ....


    menjawab pertanyaan

    membuat kalimat

    subtitusi

    Persuasi

    Jabawan d.


    Teknik menyusun kisah sanggup dilakukan dengan:

    menjawab pertanyaan , melengkapi kalimat memperbaiki susunan kalimat , memperluas kalimat , subtitusi , transfomtasi dan menciptakan kalimat.

    * Persuasi yaitu bujukan halus.

    13. [KD 1.1.3 Aspek Menulis di kelas tinggi]
    Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD mencakup hal-hal berikut , kecuali ....


    Menceritakan gambar

    Melanjutkan cerita

    Menceritakan pengalaman

    Mendeskripsikan cerita

    Jawaban : d.


    Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar , melanjutkan ceria lain , menceitakan mimpi , menceritakan pengalaman , dan menceritakan cita-cita

    14. [KD 1.2.2 Merancang aneka macam acara menulis di kelas tinggi]

    Berikut yaitu acara menulis lanjutan di kelas tinggi , kecuali ....


    menulis perihal aneka macam topik

    menulis pengumuman

    menulis pantun

    menulis memo

    Jawaban : d.


    5. [KD 1.2.3 Perencanaan dan Pelaksanaan penilaian pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia]

    karakteristik perencanaan pengajaran yang baik hendaknya mengandung prinsip sebagai berikut ....


    Memiliki perilaku objektif rasio (tepat dan masuk akal) , komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan tersusun rapi).

    Merupakan suatu wahana atau wadah untuk menyebarkan segala potensi yang ada dan dimiliki oleh anak didik.

    Mengendalikan kekuatan sendiri , bukan didasarkan atas kekuatan orang lain.

    Melakukan studi masalah yang berkesinambungan.

    Jawabannya a.

    Menurut Akhlan dan Rahman (1997:7) , karakteristik perencanaan pengajaran yang baik hendaknya mengandung prinsip sebagai berikut:

    a. Mengembangkan korelasi interaksi yang baik di antara sesama manusia , dalam hal ini siswa dan guru serta personal terkait.

    b. Merupakan suatu wahana atau wadah untuk menyebarkan segala potensi yang ada dan dimiliki oleh anak didik.

    c. Memiliki perilaku objektif rasio (tepat dan masuk akal) , komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan tersusun rapi).

    d. Mengendalikan kekuatan sendiri , bukan didasarkan atas kekuatan orang lain , Didukung oleh fakta dan data yang menunjang pencapaian tujuan yang telah di dirumuskan.

    e. Fleksibel dan dinamis , artinya gampang disesuaikan dengan keadaan serta perkembangan ke arah yang lebih baik dan maju.

    6. [KD 1.2.3 Perencanaan dan Pelaksanaan penilaian pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia]


    tahap mengumpulkan informasi perihal keadaan objek penilaian (siswa) dengan memakai teknik tes atau nontes disebut tahapan ....


    Tahap Tindak Lanjut

    Tahap Persiapan

    Tahap Pelaksanaan

    Tahap Pengolahan Hasil

    Jawaban : c.

    Berikut ini klarifikasi singkat perihal keempat tahap penilaian pembelajaran tersebut.

    (1) Tahap Persiapan
    Menurut Damaianti (2007: 8) tahap ini disebut juga tahap perencanaan dan perumusan kriterium. Langkahnya meliputi:
    (a) perumusan tujuan evaluasi;
    (b) penetapan aspek-aspek yang akan dievaluasi;
    (c) tetapkan metode dan bentuk penilaian (tes/nontes);
    (d) merencanakan waktu evaluasi;
    (e) melakukan uji coba (untuk tes) semoga sanggup mengukur validitas dan reliabilitasnya.

    Untuk penilaian yang memakai tes , hasil dari tahap ini yaitu kisi-kisi soal dan seperangkat alat tes: soal , lembar akibat (untuk tes tulis) , kunci akibat , dan pedoman penilaian.

    2) Tahap Pelaksanaan
    Tahap pelaksanaan atau disebut juga dengan tahap pengukuran dan pengumpulan data yaitu tahap untuk mengumpulkan informasi perihal keadaan objek penilaian (siswa) dengan memakai teknik tes atau nontes. Bila memakai teknik tes , soal yang igunakan sebaiknya sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Tes yang dipakai sanggup berbentuk tes tulis , verbal , atau praktik.

    3) Tahap Pengolahan Hasil
    Tahap pengolahan hasil yaitu tahap investigasi hasil penilaian dengan mengatakan skor. Skor yang diperoleh siswa selanjutnya diubah menjadi nilai. Pada tes tulis investigasi hasil dilakukan sesudah tes tamat , sedangkan pada tes verbal dan praktik , pertolongan nilai dilakukan bersamaan dengan waktu pelasanaan tes tersebut.

    4) Tahap Tindak Lanjut
    Tahap tindak lanjut atau disebut juga tahap penafsiran yaitu tahap untuk mengambil keputusan berdasarkan nilai yang dihasilkan pada tahap pengolahan hasil , misalnya:
    a. memperbaiki proses berguru mengajar
    b. memperbaiki kesulitan berguru siswa
    c. memperbaiki alat evaluasi
    d. menciptakan laporan penilaian (rapor).

    7. [KD 1.3.1 Merumuskan hakikat (pengertian ,tujuan ,jenis ,manfaat) membaca]

    membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran , perasaan , dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya , membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi , bila maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan , maka tergolong kedalam membaca jenis ....


    Membaca cerdas atau membaca dalam hati

    Membaca bahasa

    Membaca teknis

    Membaca bebas

    Jawaban : a.

    Menurut Soedjono dalam Sue (2004:18-21) ada lima macam membaca , yaitu:

    membaca bahasa , membaca cerdas atau membaca dalam hati , membaca teknis , membaca emosional , dan membaca bebas.

    1) Membaca bahasa
    Membaca bahasa yaitu membaca yang mengutamakan bahasa bacaan. Membaca bahasa mementingkan segi bahasa bacaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca bahasa yaitu kesesuian pikir dengan bahasa , perbendaharaan bahasa yang mencakup kosa kata , struktur kalimat , dan ejaan.

    2) Membaca cerdas atau membaca dalam hati
    Membaca cerdas yaitu membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran , perasaan , dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya , membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi , bial maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan , maka disebut membaca belajar.

    3) Membaca teknis
    Membaca teknis yaitu membaca dengan mengarahkan bacaan secara wajar. Wajar maksudnya sesuai ucapan , tekanan , dan intonasinya. Pikiran , perasaan , dan kemauan yang tersimpan dalam bacaan sanggup diaktualisasikan dengan baik.

    4) Membaca emosional
    Membaca emosional yaitu membaca sebagai sarana untuk memasuki perasaan , yaitu keindahan isi , dan keindahan bahasanya.

    5) Membaca bebas
    Membaca bebas yaitu membaca sesuatu atas kehendak sendiri tanpa adanya unsur paksaan dari luar. Unsur dari luar contohnya guru , orang busuk tanah , sobat , atau pihak-pihak lain.

    18. [KD 1.3.1 Merumuskan hakikat (pengertian ,tujuan ,jenis ,manfaat) membaca]

    1. memakai ucapan yang tepat ,
    2. memakai frase yang tepat ,
    3. memakai intonasi bunyi yang masuk akal ,
    4. dalam posisi perilaku yang baik ,
    5. menguasai gejala baca ,
    6. membaca dengan terang dan terang ,

    keterampilan di atas , harus dipunyai dalam jenis membaca ....


    Membaca cerdas atau membaca dalam hati

    Membaca bahasa

    Membaca teknis

    Membaca nyaring

    akibat : d.

    JENIS-JENIS MEMBACA DAN KARAKTERISTIKNYA :

    Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya bunyi pembaca waktu melakukan acara membaca , maka proses membaca sanggup dibedakan menjadi :

    A. Membaca Nyaring
    Membaca nyaring yaitu acara membaca dengan menyuarakan gesekan pena yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat semoga pendengar dan pembaca sanggup menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis , baik yang berupa pikiran , perasaan , perilaku , ataupun pengalaman penulis. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring yaitu aneka macam kemampuan , diantaranya yaitu :
    1. memakai ucapan yang tepat ,
    2. memakai frase yang tepat ,
    3. memakai intonasi bunyi yang masuk akal ,
    4. dalam posisi perilaku yang baik ,
    5. menguasai gejala baca ,
    6. membaca dengan terang dan terang ,
    7. membaca dengan penuh perasaan , ekspresif ,
    8. membaca dengan tidak terbata-bata ,
    9. mengerti serta memahami materi bacaan yang dibacanya ,
    10. kecepatan bergantung pada materi bacaan yang dibacanya ,
    11. membaca dengan tanpa terus-menerus melihat materi bacaan ,
    12. membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.

    B. Membaca Dalam Hati
    Membaca dalam hati yaitu acara membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
    1. membaca tanpa bersuara , tanpa bibir bergerak , tanpa ada desis apapun ,
    2. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala ,
    3. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring ,
    4. tanpa memakai jari atau alat lain sebagai penunjuk ,
    5. mengerti dan memahami materi bacaan ,
    6. dituntut kecepatan mata dalam membaca ,
    7. membaca dengan pemahaman yang baik ,

    19. [KD 1.3.5 membandingkan aneka macam jenis perihal bahasa indonesia (deskripsi narasi)]

    Pendekatan untuk menerima tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca yaitu tumpuan Pendekatan Deskripsi jenis ....


    Pendekatan Ekspositoris.

    Pendekatan Impresionistik

    Pendekatan berdasarkan perilaku pengarang

    Pendekatan Realistik

    jawabannya : b.

    PENDEKATAN DESKRIPSI
    Pendekatan dalam pendeskripsian sanggup dibedakan menjadi beberapa kategori pendekatan yaitu:

    1. Pendekatan Ekspositoris
    Dalam pendekatan ini kita berusaha semoga deskripsi yang kita buat sanggup memberi keterangan sesuai dengan keadan yang bekerjsama , sehingga pembaca sanggup menyerupai ikut melihat atau merasakan objek yang kita deskripsikan. Karangan jenis ini berisi daftar , detail sesuatu secara lengkap sehingga pembaca dan penalarannya sanggup memperoleh kesan keseluruhan perihal sesuatu.

    2. Pendekatan Impresionistik
    Tujuan deskripsi impresionistik yaitu untuk mendapatkan tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca. Corak deskripsi ini diantaranya juga ditentukan oleh macam kesan apa yang diinginkan penulisnya.

    3. Pendekatan berdasarkan Sikap Pengarang
    Pendekatan ini sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai , sifat objek , serta pembaca deskripsinya. Dalam menguraikan sebuah gagasan penulis mungkin mengharapkan semoga pembaca merasa tidak puas terhadapa suatu tindakan atau keadaan , atau penulis menginginkan semoga pembaca juga harus merasakan bahwa duduk masalah yang dihadapi merupakan persoalan yang gawat. Penulis juga sanggup membayangkan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan , sehingga pembaca dari semula sudah disiapkan perasaan yang kurang yummy , menakutkan , takut , dan sebagainya (Alkhaidah , 1997).

    20. [Kd 3.1.1 Merancang acara pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika]
    Perhatikan tumpuan berikut. penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan memakai garis bilangan. Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Teorema Pembelajaran Matematika ....

    Penyusunan

    Notasi

    Pengkontrasan dan Keanekaragaman

    Pengaitan

    Jawaban: a.

    Berdasarkan hasil pengamatannya , Brunner merumuskan 5 teorema dalam pembelajaran matematika , yaitu :

    1) Teorema Penyusunan
    Menerangkan bahwa cara yang terbaik memulai berguru suatu konsep matematika , dalil , defenisi , dan semacamnya yaitu dengan cara menyusun penyajiannya. Misalnya dalam mempelajari penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan memakai garis bilangan.

    2) Teorema Notasi
    Menerangkan bahwa dalam pengajaran suatu konsep , penggunaan notasi-notasi matematika harus diberikan secara sedikit demi sedikit , dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.

    3) Teorema Pengkontrasan dan Keanekaragaman
    Menerangkan bahwa pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan pengubahan konsep matematika dari yang konkrit ke yang lebih abstrak. Dalam hal ini diharapkan banyak contoh. Contoh yang diberikan harus sesuai dengan rumusan yang diberikan. Misalnya menjelaskan persegi panjang , disertai juga kemungkinan jajaran genjang dan segi empat lainnya selain persegi panjnag. Dengan demikian siswa sanggup membedakan apakah segi empat yang diberikan padanya termasuk persegi panjang atau tidak.

    4) Teorema Pengaitan
    Menerangkan bahwa dalam matematika terdapat korelasi yang berkaitan antara satu konsep dengan konsep yang lain. Di mana materi yang satu merupakan prasyarat yang harus diketahui untuk mempelajari materi yang lain.
    Untuk soal - soal latihan pretes UKG lainnya silahkan diunduh pada link dibawah ini. 


    Demikianlah postingan kali ini, semoga sanggup bermanfaat.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2