KODE IKLAN DFP 1 Gaji Sering Terlambat Guru Honorer Terpaksa Utang | Kumpulan soal Pelajaran 3

.

Recents Posts

    Iklan Atas Artikel

    Gaji Sering Terlambat Guru Honorer Terpaksa Utang

    KODE IKLAN 200x200
    KODE IKLAN 336x280
    mudahan dibayar alasannya yaitu sudah banyak utang di warung Gaji Sering Terlambat Guru Honorer Terpaksa Utang
    Nasib yang beliau alami juga dirasakan oleh ribuan guru honorer lainnya.
    Selama ini, honor guru honorer dibayar dari dana derma operasional sekolah (BOS). Mereka mengandalkan honor sebagai seorang guru honorer untuk mencukup kebutuhan dapur. Namun, alasannya yaitu honor yang dibutuhkan sering terlambat alasannya yaitu dana BOS belum cair, mereka pun terpaksa melaksanakan pinjaman.

    Baca juga: Hanya 15 Persen Dana BOS Boleh untuk Gaji Honorer

    Para guru honorer di Kota Pekanbaru, Riau, sudah dua bulan tidak mendapatkan gaji. Salah satu guru honorer yang tidak ingin disebutkan namanya, menyerupai yang kutip dari JPNN (21/03/17) berharap gajinya segera dibayar sehingga sanggup membayar utang di warung serta memenuhi kebutuhan sehari hari.

    "Ya pasrah saja mudah-mudahan pekan ini sanggup dibayar sekolah. Karena sudah banyak utang di warung," ungkapnya.

    Ia menjadi seorang guru semenjak enam tahun berjalan. Meski tamatan sarjana beliau rela menjadi guru honorer yang mengajar di sekolah dasar (SD). Ia ingin pemerintah memperlihatkan perhatian terhadap guru honorer. Menurutnya selama ini guru honorer menyerupai tidak diperhatikan, berbeda dengan guru PNS yang hidupnya sejahtera.

    Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, H Abdul Jamal MPd menyampaikan pencairan dana BOS sangat ketat. Kepala sekolah wajib menyerahkan laporan pertanggungjawaban pemakaian dana BOS triwulan sebelumnya gres dana itu sanggup dicairkan. Ia juga menyampaikan pemerintah kota telah mengusulkan alokasi dana untuk insentif guru honorer sebesar Rp 600 ribu/bulan.
    KODE IKLAN 300x 250
    close
    ==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
    KODE IKLAN DFP 2
    KODE IKLAN DFP 2